Komunitas untuk Perubahan

image

email dari Mila Shwaiko

28 November 2012 saya menerima email dari seseorang yang bernama Mila Shwaiko, nama yang benar-benar asing dan tidak saya kenal. Yang lebih bikin shock, isi emailnya adalah undangan menjadi speaker di acara TEDx Makassar pada tanggal 8 Desember 2012. Seumur-umur acara ini sudah 2 kali digelar di Makassar, jadi audiens saja saya belum pernah hadir. Sekarang malah diundang sebagai speaker. Astajim mami ka ine plus dumba’-dumba’.

Continue reading

Masa Depan dari Warisan Budaya Masa Lampau, Berada di Tangan Pemuda Masa Kini

“Ular naga panjangnya bukan kepalang … Menjalar-jalar selalu kian kemari … Umpan yang lezat, itu yang dicari … Ini dianya yang terbelakang”

image

ular naga

Beberapa pemuda dengan riang melantunkan lirik lagu di atas. Dua orang saling berhadapan dan menempelkan telapak tangan membentuk sebuah lengkungan (gerbang). Gerbang ini semacam pos pemberhentian. Pemain lain yang tersisa berbaris berjalan melewati bawah lengkungan secara memutar. Siapa yang kebetulan berada di bawah lengkungan saat lagu selesai dimainkan maka ia akan tertangkap. Di Sulawesi Selatan permainan tradisional ini bernama Ular Naga (Sebutannya sama dengan di Aceh. Permainan ini juga mirip dengan Tooryanse di Jepang). Biasanya dua orang di “Gerbang” memberikan pilihan kepada peserta permainan. Pilihannya bisa apa saja. Kalau di acara siang itu, pilihannya adalah Jomblo atau PHP. Kata-kata simalakama yang siapa saja pasti menolak keduanya. Tapi karena ini hanya permainan dan seru-seruan, maka wajib dipilih salah satunya.

Continue reading