Kami Menanam Sayuran, Bukan Mencari Popularitas

image

Dalam Program Pengembangan Kota Hijau dari Kementerian Pekerjaan Umum, keberadaan komunitas hijau adalah salah satu syarat wajib. Dalam kapasitas inilah komunitas Indonesia Berkebun diundang hadir dalam seminar yang berlangsung di Hotel Imperial Aryaduta, 19 Oktober 2012 hari Jum’at kemarin.

Narasumber pada seminar ini adalah Prof. Dr. Ir. Slamet Tri Sutomo, M.Sc, dan Direktorat Perkotaan DJPR Kementrian PU serta Koordinator Makassar Berkebun mewakili Indonesia Berkebun.

Indonesia Berkebun diberi kesempatan untuk presentasi selama 15 menit. Berhubung sudah dekat waktu Shalat Jum’at, acara segera dilanjutkan dengan sesi diskusi. Beberapa peserta ada yang menyampaikan bahwa kegiatan berkebun di dalam kota itu tidak penting. Kalau mau berkebun yah di desa saja. Ada juga yang berkomentar bahwa kegiatan berkebun itu tidak bisa membuat petani menjadi kaya. Tapi yang paling bikin kesal ketika seorang peserta menuduh kegiatan Indonesia Berkebun ini adalah sebuah bentuk pencitraan dan mengejar popularitas belaka (Grrrrr .. POC mana POC).

Continue reading

Belajar dan Bermain

image

(Asing-asing ; Jenis permainan tradisional asal Sulawesi-Selatan)

Bagi beberapa orang, game hanyalah sebuah piranti pembuang waktu produktif manusia. Mereka memandang game sebagai mainan anak-anak yang pada saat dewasa harus ditinggalkan.

Kalo dipikir-pikir ada juga benarnya, tapi karena game itu buat dimainkan (bukan untuk dipikir-pikir saja) maka tentu pernyataan di atas tidak sepenuhnya benar. ciaat ciaat jeger !

Saya termasuk dalam Jemaah Gameriyah yang fanatik. Saya sering memainkan game board semisal monopoly, game management semisal sim city, game strategi semisal age of empire, dan game olahraga semisal winning eleven atau pro evolution soccer.

Percaya atau tidak percaya, pokoknya harus percaya bahwa game itu banyak unsur edukasi di dalamnya. Mau buktinya ? Ini saya kasih.

Continue reading